Boikot Pajak…haruskah ??
hari gini ga bayar pajak ??? apa kata dunia
Tag iklan layanan masyarakat yang didengungkan oleh pemerintah dalam hal ini Dirjen Pajak kembali menyeruak di media-media massa Indonesia, bukan dalam rangka promosi kebijakan baru perpajakan namun iklan layanan masyarakat tersebut diakhir tagnya di embel-embeli oleh pernyataan sikap untuk memboikot membayar pajak.
Tidak berlebihan memang aksi unuk melakukan boikot pajak jika itu dipandang sebagai suatu kekecewaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini dirjen pajak, dimana kepercayaan masyarakat atas ketaatannya membayar pajak tiba-tiba dana pajak yang tidak sedikit berada di tangan segelintir orang , sebutlah Gayus Tambunan salah satunya.
Menanggapi hal itu pemerintah cukup tanggap atas kekecewaan masyarakat terhadap dirjen pajak. Oleh karena itu adalah langkah yang tepat setelah pemerintah akan menonaktifkan pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini sebagai bukti kepada masyarakat bahwa pemerintah serius dalam memberantas mafia perpajakan.
Dengan serangkaian tindakan yang diambil oleh pemerintah sudah seharusnya masyarakat menghentikan aksi boikot pajak, bagaimana pun pajak adalah sumber APBN negara kita, jadi jika pajak diboikot siapa yang akan membiayai pengeluaran rutin negara ? dan pemerintah harus berlapang dada menghadapi aksi-aksi semacam ini sehingga tidak perlu melakukan penuntutan atas pendiri gerakan boikot pajak (baca : Berlebihan Jika Pendiri Boikot Pajak di FB Dituntut) , karena gerakan-garakan tersebut hanyalah luapan-luapan emosi sesaat (baca : Gerakan Boikot Pajak Hanya Emosional Sesaat).
Untuk sekarang dan masa yang akan datang semoga pemerintah bisa mewujudkan sistem pengawasan perpajakan yag lebih baik sehingga kasus-kasus seperti ini tidak perlu terulang kembali.

Last Comment’s